h1

Mengenai Perbankan Elektronik

Mei 13, 2011

Uang Elektronik dan UG Smart Card

Kemarin ada pemberitahuan dari Biro Administrasi Umum-UG tentang pendistribusian UG Smart Card kepada dosen. Kartu tersebut bersifat multi fungsi, yaitu sebagai kartu pegawai, kartu ATM, dan dapat dimanfaatkan sebagai uang elektronik (electronic money) yang bersifat micro payment. Kok agak-agak bingung ya  Apakah yang dimaksud dengan uang elektronik itu sama dengan kartu ATM itu sendiri ? Ternyata bukan. Akses ke ATM menggunakan magnetic-strip yang ada di belakang, sedangkan uang elektroniknya menggunakan chip yang ada dibagian depan kartu.

Kita sebelumnya sudah mengenal istilah APMK (Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu) yang meliputi kartu kredit, kartu debet, dan kartu ATM. Peraturan Bank Indonesia yang terakhir dikeluarkan tentang APMK adalah PBI 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaran Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu. Sedangkan uang elektronik merupakan hal yang baru, yang peraturannya baru dikeluarkan pada tahun ini, yaitu melalui PBI No. 11/12/PBI 2009 yang dilengkapi dengan Surat Edaran (SE)  No. 11/11/DASP tanggal 13 April 2009. Jadi sekali lagi, Uang elektronik berbeda dengan kartu ATM, kartu debet, kartu kredit. Tapi mungkin saja, beberapa media pembayaran tersebut berada dalam satu kartu, seperti UG SmartCard  Apa sih definisi uang elektronik tersebut?

Uang Elektronik (Electronic Money) adalah alat pembayaran yang memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: (a) diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit; (b) nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip; (c) digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut; dan (d) nilai uang elektronik yang disetor oleh pemegang dan dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai perbankan.

Uang elektronik pada UG Smart Card– baik untuk dosen atau mahasiswa, tersimpan dalam media yang disebut chip yang ada di bagian depan kartu tersebut. Lalu bagaimana sih cara penggunaan uang elektronik yang ada pada UG SmartCard ? Belum bisa kok hehehe. Kan peraturannya juga baru dikeluarkan. Para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan uang elektroniknya sendiri belum lengkap. Mungkin baru pihak bank saja yang bertindak sebagai penerbit UG SmartCard, sedangkan pihak lain seperti acquirer serta infrastrukturnya belum tersedia.

Menurut peraturan BI, nilai uang maksimal yang bisa “ditanam” ke dalam chip di dalam UG Smart Card tersebut hanya sebesar 1 juta rupiah. Makanya disebut micro payment. Untuk apa sih uang di dalam chip tersebut ? Kan dapat digunakan membayar kursus/workshop atau denda praktikum. Pokoknya yang recehan deh  Namun harus ada chip reader di unit kerjanya  Semacam terminal point of sales lah, kayak kartu kredit atau kartu debet ketika kita berbelanja :)  Apakah uang elektronik tersebut hanya berlaku di lingkungan UG saja? Tentu tidak. Katanya, rencananya uang elektronik tersebut dapat digunakan membeli karcis bis Trans Jakarta atau karcis masuk ke Dufan

Tapi kapan? Yuk kita lihat saja sosialisasi tentang smart card oleh Bank DKI. Rencananya sih tanggal 24 Juli 2009, yang masih dalah tahap pembicaraan untuk penyelenggaraannya

ustaffsite.gunadarma.ac.id/…/uang-elektronik-dan-ug-smart-card/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: