<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Boele21&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://boele21.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://boele21.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 May 2011 16:14:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='boele21.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Boele21&#039;s Blog</title>
		<link>http://boele21.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://boele21.wordpress.com/osd.xml" title="Boele21&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://boele21.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenai Perbankan Elektronik</title>
		<link>http://boele21.wordpress.com/2011/05/13/mengenai-perbankan-elektronik/</link>
		<comments>http://boele21.wordpress.com/2011/05/13/mengenai-perbankan-elektronik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 16:14:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boele21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boele21.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Uang Elektronik dan UG Smart Card Kemarin ada pemberitahuan dari Biro Administrasi Umum-UG tentang pendistribusian UG Smart Card kepada dosen. Kartu tersebut bersifat multi fungsi, yaitu sebagai kartu pegawai, kartu ATM, dan dapat dimanfaatkan sebagai uang elektronik (electronic money) yang bersifat micro payment. Kok agak-agak bingung ya  Apakah yang dimaksud dengan uang elektronik itu sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=96&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Permanent Link: Uang Elektronik dan UG Smart Card" href="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana/2009/07/11/uang-elektronik-dan-ug-smart-card/" rel="bookmark">Uang Elektronik dan UG Smart Card</a></h2>
<p>Kemarin ada pemberitahuan dari Biro Administrasi Umum-UG tentang pendistribusian <em>UG Smart Card</em> kepada dosen. Kartu tersebut bersifat multi fungsi, yaitu sebagai kartu pegawai, kartu ATM, dan dapat dimanfaatkan sebagai uang elektronik (electronic money) yang bersifat <em>micro payment</em>. <em>Kok agak-agak bingung ya</em>  Apakah yang dimaksud dengan uang elektronik itu sama dengan kartu ATM itu sendiri ? Ternyata bukan. Akses ke ATM menggunakan <em>magnetic-strip</em> yang ada di belakang, sedangkan uang elektroniknya menggunakan <em>chip</em> yang ada dibagian depan kartu.</p>
<p>Kita sebelumnya sudah mengenal istilah APMK (Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu) yang meliputi kartu kredit, kartu debet, dan kartu ATM. Peraturan Bank Indonesia yang terakhir dikeluarkan tentang APMK adalah<a href="http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/59731C91-513A-4C12-86CB-F413F8437368/16443/pbi_111109f.pdf"> PBI 11/11/PBI/2009</a> tentang Penyelenggaran Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu. Sedangkan uang elektronik merupakan hal yang baru, yang peraturannya baru dikeluarkan pada tahun ini, yaitu melalui <a href="http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/E99A309C-7333-415C-A0AB-AAA3E2E3F827/16446/pbi_111209.pdf">PBI No. 11/12/PBI 2009</a> yang dilengkapi dengan <a href="http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/B032EEDF-3CB1-4C1A-ADE1-5FF7E61E0235/16474/se_111109.pdf">Surat Edaran (SE)  No. 11/11/DASP</a> tanggal 13 April 2009. Jadi sekali lagi, <strong><em>Uang elektronik berbeda dengan kartu ATM, kartu debet, kartu kredit</em></strong>. Tapi mungkin saja, beberapa media pembayaran tersebut berada dalam satu kartu, seperti <em>UG SmartCard</em>  Apa sih definisi uang elektronik tersebut?</p>
<blockquote><p><em>Uang Elektronik (Electronic Money) adalah alat pembayaran yang memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: (a) diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit; (b) nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip; (c) digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut; dan (d) nilai uang elektronik yang disetor oleh pemegang dan dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai perbankan.</em></p></blockquote>
<p>Uang elektronik pada <em>UG Smart Card</em>- baik untuk dosen atau mahasiswa, tersimpan dalam media yang disebut <em>chip</em> yang ada di bagian depan kartu tersebut. Lalu bagaimana <em>sih</em> cara penggunaan uang elektronik yang ada pada <em>UG SmartCard</em> ? Belum bisa <em>kok</em> hehehe. <em>Kan</em> peraturannya juga baru dikeluarkan. Para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan uang elektroniknya sendiri belum lengkap. Mungkin baru pihak bank saja yang bertindak sebagai penerbit <em>UG SmartCard</em>, sedangkan pihak lain seperti <em>acquirer</em> serta infrastrukturnya belum tersedia.</p>
<p>Menurut peraturan BI, nilai uang maksimal yang bisa “<em>ditanam</em>” ke dalam <em>chip</em> di dalam <em>UG Smart Card </em>tersebut hanya sebesar 1 juta rupiah. Makanya disebut <em>micro payment</em>. Untuk apa <em>sih</em> uang di dalam<em> chip</em> tersebut ? <em>Kan</em> dapat digunakan membayar kursus/workshop atau denda praktikum. Pokoknya yang recehan <em>deh</em>  Namun harus ada <em>chip reader</em> di unit kerjanya  Semacam terminal <em>point of sales lah</em>, <em>kayak</em> kartu kredit atau kartu debet ketika kita berbelanja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Apakah uang elektronik tersebut hanya berlaku di lingkungan UG saja? Tentu tidak. Katanya, rencananya uang elektronik tersebut dapat digunakan membeli karcis bis Trans Jakarta atau karcis masuk ke Dufan</p>
<p>Tapi kapan? <em>Yuk</em> kita lihat saja sosialisasi tentang<em> smart card</em> oleh Bank DKI. Rencananya <em>sih</em> tanggal 24 Juli 2009, yang masih dalah tahap pembicaraan untuk penyelenggaraannya</p>
<p><cite>ustaffsite.gunadarma.ac.id/&#8230;/uang-<strong>elektronik</strong>-dan-ug-smart-card/</cite></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/boele21.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/boele21.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/boele21.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/boele21.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/boele21.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/boele21.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/boele21.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/boele21.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/boele21.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/boele21.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/boele21.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/boele21.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/boele21.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/boele21.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=96&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boele21.wordpress.com/2011/05/13/mengenai-perbankan-elektronik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5aecb0332831a80dc60e2d6f9337cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">boele21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA</title>
		<link>http://boele21.wordpress.com/2011/05/13/sistem-kliring-nasional-bank-indonesia/</link>
		<comments>http://boele21.wordpress.com/2011/05/13/sistem-kliring-nasional-bank-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 16:08:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boele21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boele21.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA Saat ini di Indonesia terdapat 105 penyelenggara kliring lokal, baik yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia maupun pihak lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia. Transaksi yang dapat diproses melalui sistem kliring meliputi transfer debet dan transfer kredit yang disertai dengan pertukaran fisik warkat, baik warkat debet (cek, bilyet giro, nota debet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=94&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="page">
<div id="contentleft">
<div id="content">
<div>
<div id="post-95499">
<h1><a title="Permanent Link to SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA" href="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/sistem-kliring-nasional-bank-indonesia/" rel="bookmark">SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA</a></h1>
</div>
<div>
<p>Saat ini di Indonesia terdapat 105 penyelenggara kliring lokal, baik yang<br />
dilaksanakan oleh Bank Indonesia maupun pihak lain yang ditunjuk oleh Bank<br />
Indonesia.<br />
Transaksi yang dapat diproses melalui sistem kliring meliputi transfer debet dan<br />
transfer kredit yang disertai dengan pertukaran fisik warkat, baik warkat debet (cek,<br />
bilyet giro, nota debet dan lain-lain) maupun warkat kredit. Khusus untuk transfer<br />
kredit, nilai transaksi yang dapat diproses melalui kliring dibatasi di bawah<br />
Rp100.000.000,00 sedangkan untuk nilai transaksi Rp100.000.000,00 ke atas harus<br />
dilakukan melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (Sistem BIRTGS).<br />
Dalam melaksanakan kegiatan kliring tersebut, digunakan 4 (empat) jenis sistem<br />
yang berbeda yaitu :<br />
a. Sistem Kliring Elektronik atau dikenal dengan SKEJ, digunakan di Jakarta;<br />
b. Sistem Kliring Otomasi, digunakan di Surabaya, Medan dan Bandung;<br />
c. Sistem Semi Otomasi Kliring Lokal atau dikenal dengan SOKL, digunakan di 33<br />
wilayah kliring yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan 37 wilayah kliring<br />
lainnya yang diselenggarakan oleh pihak lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia;<br />
serta<br />
d. Sistem Manual (di 31 penyelenggara Non-BI).<br />
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kebutuhan efisiensi dalam<br />
penyelenggaraan kliringpun semakin meningkat. Dengan volume rata-rata harian +<br />
300.000 lembar transaksi, penggunaan warkat kredit untuk transfer dana antar bank<br />
melalui kliring menjadi salah satu issues yang perlu dicermati khususnya terkait<br />
dengan biaya pencetakan warkat dan prosedur pemrosesan warkat itu sendiri. Di<br />
pihak lain, transfer kredit antar bank melalui Sistem BI-RTGS, telah dilakukan secara<br />
paperless. Selain itu, keragaman sistem kliring yang digunakan saat ini dan<br />
keterbatasan cakupan wilayah dalam melaksanakan transfer kredit antar bank<br />
melalui kliring masih bersifat lokal (hanya mencakup transfer antar bank yang ada di<br />
wilayah kliring setempat), sehingga transfer dana antar bank keluar wilayah kliring<br />
harus dilakukan bank sendiri melalui mekanisme yang lain.<br />
PENDAHULUAN<br />
Dari sisi pengelolaan risiko dalam penyelenggaraan kliring yang bersifat multilateral<br />
netting, saat ini belum ada suatu mekanisme untuk mengantisipasi kemungkinan<br />
kegagalan peserta dalam memenuhi kewajibannya pada penyelesaian akhir atas hasil<br />
kliring.<br />
Terkait dengan hal tersebut, sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan sistem<br />
pembayaran yang efisien, cepat, aman dan handal maka Bank Indonesia menerapkan<br />
Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang dapat mengakomodir transfer<br />
kredit antar Bank ke seluruh wilayah Indonesia tanpa kewajiban melakukan<br />
pertukaran fisik warkat (paperless) serta dalam kaitannya untuk mengurangi risiko<br />
Bank Indonesia sebagai penyelenggara kliring diterapkan mekanisme Failure to<br />
Settle (FtS).<br />
Mengingat SKNBI akan menggantikan sistem kliring yang saat ini digunakan di 105<br />
penyelenggara kliring di Indonesia, maka penerapannya akan dilaksanakan secara<br />
bertahap. Untuk tahap awal, SKNBI telah diterapkan di Jakarta pada tanggal 29 Juli<br />
2005.<br />
Tujuan diterapkannya SKNBI pada penyelenggaraan kliring di Indonesia adalah<br />
untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran ritel serta memenuhi prinsip-prinsip<br />
manajemen risiko dalam penyelenggaraan kliring.<br />
Adapun manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya SKNBI adalah sebagai<br />
berikut :<br />
1. Bagi Bank Indonesia<br />
a. Efisiensi waktu dan biaya, khususnya dalam hal :<br />
1) operasional kliring dengan ditiadakannya fisik warkat kredit;<br />
2) maintenance aplikasi kliring dengan digunakannya sistem yang<br />
terintegrasi di seluruh wilayah kliring.<br />
b. Tersedianya jangkauan transfer antar bank melalui kliring yang lebih luas<br />
dengan diakomodirnya kliring antar wilayah untuk transfer kredit.<br />
c. Memenuhi prinsip-prinsip manajemen risiko dalam penyelenggaraan kliring<br />
yang bersifat multilateral netting sesuai dengan Core Principles yang<br />
dikeluarkan oleh Bank for International Settlement (BIS).<br />
2. Bagi Bank<br />
TUJUAN DAN MANFAAT<br />
a. Efisiensi biaya operasional bank dalam pencetakan dan proses administrasi<br />
warkat kredit.<br />
b. Semakin luasnya jangkauan layanan bank kepada nasabah.<br />
Yang dimaksud dengan Kliring dan SKNBI adalah sebagai berikut :<br />
1. Kliring adalah pertukaran warkat atau Data Keuangan Elektronik (DKE) antar<br />
peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang<br />
perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.<br />
2. SKNBI adalah sistem kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debet dan kliring<br />
kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional.<br />
P e n y e l e n g g a r a<br />
SKNBI diselenggarakan oleh :<br />
a. Penyelenggara Kliring Nasional (PKN), yaitu unit kerja di Kantor Pusat Bank<br />
Indonesia yang bertugas mengelola dan menyelenggarakan SKNBI secara<br />
nasional; dan<br />
b. Penyelenggara Kliring Lokal (PKL), yaitu unit kerja di Bank Indonesia dan Bank<br />
yang memperoleh persetujuan Bank Indonesia untuk mengelola dan<br />
menyelenggarakan SKNBI di suatu wilayah kliring tertentu.<br />
P e s e r t a<br />
Setiap Bank dapat menjadi peserta dalam penyelenggaraan SKNBI di suatu wilayah<br />
kliring, dengan persyaratan sebagai berikut :<br />
1. Telah memperoleh izin usaha atau izin pembukaan kantor dari Bank Indonesia.<br />
2. Lokasi kantor Bank memungkinkan kantor Bank tersebut untuk mengikuti<br />
penyelenggaraan SKNBI di lokasi PKL secara tertib sesuai jadwal yang ditetapkan.<br />
3. Bank telah menandatangani perjanjian penggunaan SKNBI antara Bank Indonesia<br />
dan Bank sebagai peserta.<br />
4. Kantor Bank yang akan menjadi peserta menyediakan perangkat kliring, antara<br />
lain meliputi perangkat TPK dan jaringan komunikasi data baik main maupun<br />
backup.<br />
P e n y e l e n g g a r a a n<br />
Penyelenggaraan SKNBI terdiri dari 2 (dua) sub sistem, yaitu :<br />
PENGERTIAN<br />
KARATERISTIK<br />
1. Kliring Debet<br />
a. Meliputi kegiatan kliring penyerahan dan kliring pengembalian, digunakan<br />
untuk transfer debet antar Bank yang disertai dengan penyampaian fisik<br />
warkat debet (cek, bilyet giro, nota debet dan lain-lain).<br />
b. Penyelenggaan kliring debet dilakukan secara lokal di setiap wilayah kliring<br />
oleh PKL.<br />
c. PKL akan melakukan perhitungan kliring debet berdasarkan DKE debet yang<br />
dikirim oleh peserta.<br />
d. Hasil perhitungan kliring debet secara lokal tersebut selanjutnya dikirim ke<br />
Sistem Sentral Kliring (SSK) untuk diperhitungkan secara nasional oleh PKN.<br />
2. Kliring Kredit<br />
a. Digunakan untuk transfer kredit antar bank tanpa disertai penyampaian fisik<br />
warkat (paperless).<br />
b. Penyelenggaraan kliring kredit dilakukan secara nasional oleh PKN.<br />
c. Perhitungan kliring kredit dilakukan oleh PKN atas dasar DKE kredit yang<br />
dikirim peserta.<br />
B a t a s a n N o m i n a l<br />
Batas nilai nominal dalam SKNBI adalah sebagai berikut :<br />
1. Transfer kredit antar bank yang dapat dikliringkan dalam kliring kredit adalah di<br />
bawah Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).<br />
2. Nilai nominal warkat debet tidak dibatasi kecuali untuk warkat debet yang<br />
berupa nota debet, yaitu setinggi-tingginya Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah)<br />
per nota debet. Pembatasan nilai nominal pada nota debet tidak berlaku apabila<br />
nota debet diterbitkan oleh Bank Indonesia dan ditujukan kepada Bank atau<br />
nasabah Bank.<br />
P e n y e d i a a n P e n d a n a a n A w a l ( p r e f u n d )<br />
Dengan diterapkannya mekanisme FtS, maka sebelum mengikuti kliring debet dan<br />
kliring kredit, Bank wajib menyediakan prefund yang dimaksudkan untuk<br />
mengantisipasi pemenuhan potensi kewajiban dari seluruh kantor Bank yang<br />
menjadi peserta pada penyelenggaraan kliring debet dan kliring kredit, dengan<br />
ketentuan sebagai berikut :<br />
1. Prefund kliring debet dan prefund kliring kredit dilakukan secara terpisah.<br />
TCP/IP<br />
EkstranetBI<br />
Dbase SP<br />
STP dari Host Bank<br />
TPK<br />
Online<br />
Internal<br />
Bank<br />
TPK offline<br />
KantorCabang<br />
Intranet<br />
BI<br />
RTGS SSSS SIKJJ<br />
DKE<br />
Entry Manual<br />
TPK<br />
KantorCabang<br />
TPK<br />
Keterangan:<br />
TPK : Terminal PesertaKliring<br />
KPK : KomputerPenyelenggaraKliring<br />
SSK : SentralSistemKliring<br />
SSSS : ScriplessSecurities Settlement Systems<br />
RTGS : Real Time Gross Settlement<br />
SIKJJ : SistemInformasi KliringJarakJauh<br />
SSK<br />
KPK SISTEM LAIN<br />
2. Batas minimum prefund :<br />
a. Kliring Debet, tagihan debet (incoming debet) harian terbesar selama 12<br />
(dua belas) bulan terakhir dengan mengeluarkan data ”outlier”.<br />
b. Kliring Kredit, minimal nilai nominal Rp1,00 (satu rupiah).<br />
3. Jenis prefund :<br />
a. Kliring Debet, dana tunai (cash prefund) dan atau agunan (collateral prefund).<br />
Jenis agunan dapat berupa Sertifikat Bank Indonesia (SBI)/Sertifikat Wadiah<br />
Bank Indonesia (SWBI), Surat Utang Negara (SUN) dan atau surat berharga<br />
atau tagihan lain yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.<br />
b. Kliring Kredit, hanya dalam bentuk dana tunai (cash prefund).<br />
4. Batas waktu penyediaan prefund adalah pukul 08.00 WIB.<br />
5. Dalam hal Bank tidak melakukan penyediaan salah satu atau kedua jenis prefund<br />
maka Bank tidak dapat mengikuti kliring debet dan kliring kredit.<br />
6. Sebelum melakukan perhitungan akhir hasil kliring, SSK akan melakukan simulasi<br />
perhitungan FtS baik untuk kliring debet maupun kliring kredit .<br />
KARATERISTIK<br />
K o m p o n e n U t a m a<br />
SKNBI terdiri dari 3 (tiga) komponen utama sebagai berikut :<br />
1. Sistem Sentral Kliring (SSK) merupakan komponen perangkat keras dan<br />
perangkat lunak yang digunakan oleh PKN.<br />
2. Komputer Penyelenggara Kliring (KPK) merupakan komponen perangkat keras<br />
dan perangkat lunak yang digunakan oleh PKL.<br />
3. Terminal Peserta Kliring (TPK) merupakan komponen perangkat keras dan<br />
perangkat lunak yang digunakan oleh peserta.<br />
J a r i n g a n K o m u n i k a s i D a t a<br />
Seluruh KPK wajib terhubung dengan SSK melalui Jaringan Komunikasi Data (JKD)<br />
yang dapat berupa leased line atau dial up. Sedangkan untuk TPK, setiap Bank wajib<br />
memiliki 1 (satu) TPK yang terhubung dengan SSK.<br />
P e n g i r i m a n D K E<br />
Pengiriman DKE dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :<br />
1. Untuk TPK yang terhubung dengan SSK (TPK online), pengiriman DKE dilakukan<br />
melalui JKD; sedangkan<br />
2. Untuk TPK yang tidak terhubung dengan SSK (TPK offline), pengiriman DKE<br />
dilakukan dengan mengunakan media rekam data elektronis (disket, flashdisk,<br />
atau CD) yang disampaikan kepada PKL.<br />
D o n w l o a d D K E d a n L a p o r a n<br />
Untuk kepentingan pembukuan hasil kliring ke rekening nasabah, peserta dapat<br />
memperoleh DKE inward dan laporan hasil kliring. Untuk memperoleh DKE inward<br />
dan laporan hasil kliring tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :<br />
1. Untuk TPK online, peserta dapat men-download DKE inward dan laporan hasil<br />
kliring dari SSK; sedangkan<br />
2. Untuk TPK offline, peserta hanya dapat memperoleh DKE inward dari PKL dengan<br />
menggunakan media rekam data elektronis (disket, flashdisk, atau CD) sedangkan<br />
laporan hasil kliring akan diberikan dalam bentuk hardcopy.<br />
Dalam rangka memberikan keleluasaan kepada pelaku ekonomi di seluruh Indonesia<br />
yang terdiri dari 3 (tiga) zona waktu untuk dapat melakukan transfer kredit dengan<br />
lancar, maka kliring kredit dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus kliring. Pengiriman DKE<br />
kredit pada siklus pertama dilakukan mulai pukul 08.15 s.d. 11.30 WIB sedangkan<br />
pengiriman DKE kredit pada siklus kedua dilakukan mulai pukul 12.45 WIB s.d. 15.30<br />
WIB.<br />
Untuk kliring debet pengiriman DKE debet ditetapkan oleh masing-masing PKL<br />
dengan batas maksimal pengiriman hasil perhitungan kliring lokal ke SSK pada pukul<br />
15.30 WIB.<br />
K l i r i n g D e b e t<br />
Secara umum mekanisme kliring debet adalah sebagai berikut :<br />
1. Sebelum kegiatan kliring debet dimulai, Bank wajib menyediakan prefund.<br />
2. Peserta membuat DKE debet berdasarkan warkat debet yang akan dikliringkan.<br />
3. Mengirimkan DKE debet dan warkat debet ke PKL. Pengiriman DKE debet dapat<br />
dilakukan secara online maupun offline tergantung dengan jenis TPK yang<br />
digunakan oleh peserta.<br />
4. Selanjutnya PKL akan melakukan penggabungan dan perekaman atas DKE debet<br />
yang telah lolos validasi. Sementara untuk warkat debet akan dipilah berdasarkan<br />
bank tertuju :<br />
a. secara otomasi dengan menggunakan mesin reader sorter berteknologi<br />
image, bagi PKL yang telah menerapkan sistem pilah warkat otomasi; atau<br />
ALUR PROSES KLIRING<br />
JADWAL KLIRING<br />
PenyelenggaraKliringNasional SistemBI-RTGS<br />
(SSK)<br />
PenyelenggaraKliringLokal<br />
(KPK)<br />
Bank Peserta<br />
(TPK)<br />
3.<br />
KirimkePKL :<br />
• DKE online/offline)<br />
• Warkatdebet<br />
4.<br />
• GabungDKE<br />
• Pilahwarkatdebet<br />
(otomasi/manual)<br />
5.<br />
Hitungkliring lokal<br />
7.<br />
Distribusiinward<br />
kliring&amp; laporan:<br />
•Softcopy (DKE);<br />
•Hardcopy (lap)<br />
6.<br />
Kirimhasilperhitungan<br />
kliringkeSSK<br />
8.<br />
Gabunghasilseluruh<br />
perhitungankliring<br />
lokal National<br />
Collation<br />
10.<br />
Settlement<br />
9.<br />
SimulasiFtS<br />
2.<br />
Create DKE<br />
1.<br />
Prefund<br />
11.<br />
DKE Inward :<br />
• viaPKL; atau<br />
• download viaSSK<br />
RekeningNasabah<br />
b. secara manual oleh masing-masing peserta di lokasi PKL, bagi PKL yang belum<br />
menerapkan sistem pilah warkat otomasi.<br />
5. Atas dasar DKE debet yang diterima, PKL akan melakukan perhitungan kliring<br />
debet.<br />
6. PKL mengirimkan hasil perhitungan kliring debet lokal ke SSK.<br />
7. Mencetak laporan hasil kliring debet untuk selajutnya didistribusikan kepada<br />
seluruh peserta bersamaan dengan warkat debet.<br />
8. Setelah hasil perhitungan kliring debet lokal dari seluruh penyelenggara kliring di<br />
terima oleh SSK, akan dilakukan perhitungkan kliring debet secara nasional.<br />
9. Selanjutnya SSK melakukan simulasi FtS.<br />
10. Apabila hasil perhitungan kliring debet nasional,<br />
a. Bank ”menang kliring (posisi kredit)”, seluruh cash prefund yang telah<br />
disediakan dikredit kembali ke rekening giro Bank bersamaan dengan<br />
pengkreditan hasil kliring yang bersangkutan.<br />
b. Bank ”kalah kliring (posisi debet)”, sistem secara otomatis akan melakukan<br />
penyelesaian atas kewajiban Bank tersebut dengan urutan sebagai berikut :<br />
Pertama-tama sistem akan menggunakan cash prefund yang telah<br />
disediakan Bank;<br />
Apabila kewajiban Bank masih lebih besar dari cash prefund, maka<br />
kekurangannya akan dipenuhi dari dana yang tersedia pada rekening giro<br />
Bank;<br />
Apabila kewajiban Bank masih lebih besar dari cash prefund’ dan saldo<br />
pada rekening giro, maka atas kekurangan saldo rekening giro Bank<br />
tersebut sistem akan menggunakan Fasilitas Likuiditas Intrahari Kliring<br />
(FLI-Kliring) atau Fasilitas Likuiditas Intrahari Syariah Kliring (FLIS-Kliring)<br />
berdasarkan collateral prefund yang disediakan oleh Bank.<br />
Apabila kekurangan saldo rekening giro Bank masih belum dapat ditutup<br />
dengan FLI-Kliring/FLIS-Kliring, maka kekurangan tersebut ditutup dengan<br />
surat berharga Bank yang ada pada rekening FLI-RTGS/FLIS-RTGS.<br />
Pelunasan FLI-Kliring/FLIS-Kliring dan FLI-RTGS/FLIS-RTGS harus dilakukan<br />
sebelum tutup Sistem BI-RTGS.<br />
Apabila sampai dengan akhir hari FLI-Kliring/FLIS-Kliring belum dapat<br />
dilunasi maka akan menjadi Fasilitas Pendanaan Jangka Panjang (FPJP)<br />
atau Fasilitas Pendanaan Jangka Panjang Syariah (FPJPS).<br />
PenyelenggaraKliring SistemBI-RTGS<br />
Nasional(SSK)<br />
PenyelenggaraKliringLokal<br />
(KPK)<br />
Bank Peserta<br />
(TPK)<br />
2.<br />
Create DKE<br />
3.<br />
KirimDKE(on-line<br />
atauoff-line<br />
10.<br />
Distribusiinward kliring<br />
dalambentuk:<br />
• Softcopy (DKE); atau<br />
• Hardcopy<br />
4.<br />
• GabungDKE<br />
• KirimDKEkeSSK<br />
8.<br />
Settlement<br />
11.<br />
DKEInward :<br />
• viaPKL; atau<br />
• downloadvia SSK<br />
5.<br />
GabungDKE dari<br />
seluruhwilayahkliring<br />
6.<br />
Hitung KliringKredit<br />
Nasional<br />
9.<br />
Download<br />
DKE Inward<br />
1.<br />
Prefund<br />
DDKKEE<br />
7.<br />
SimulasiFtS<br />
RekeningNasabah<br />
11. Setelah proses kliring debet selesai, peserta dapat memperoleh DKE inward<br />
dengan cara men-download dari SSK atau dari KPK melalui media rekam data<br />
elektronis (disket, flashdisk, atau CD).<br />
K l i r i n g K r e d i t<br />
1. Sebelum kegiatan kliring kredit dimulai, Bank wajib menyediakan prefund .<br />
2. Peserta membuat DKE kredit berdasarkan aplikasi transfer.<br />
3. Mengirimkan DKE kredit ke SSK.<br />
Pengiriman DKE kredit dapat dilakukan secara online maupun offline tergantung<br />
dengan jenis TPK yang digunakan oleh peserta.<br />
4. Untuk peserta yang menggunakan TPK offline, penyampaian DKE kredit<br />
dilakukan dengan menggunakan media rekam data elektronis (disket, flashdisk<br />
atau CD) yang diserahkan ke PKL dan selanjutnya DKE tersebut oleh PKL dikirim<br />
ke SSK.<br />
5. SSK akan melakukan penggabungan dan perekaman seluruh DKE kredit yang<br />
diterima.<br />
6. Atas dasar DKE kredit yang diterima, SSK melakukan perhitungan kliring kredit<br />
secara nasional.<br />
7. Selanjutnya SSK melakukan simulasi FtS. Apabila hasil simulasi FtS tersebut<br />
menunjukkan nilai negatif, maka Bank dapat menambahkan kekurangan atas<br />
prefund sampai dengan batas waktu yang ditetapkan.<br />
8. Setelah batas akhir penambahan prefund, SSK melakukan perhitungan hasil<br />
kliring kredit nasional. Hasil perhitungan tersebut akan dibukukan ke rekening<br />
giro Bank di Sistem BI-RTGS.<br />
9. Setelah SSK selesai melakukan proses perhitungan kliring kredit secara nasional,<br />
KPK dapat men-donwload DKE inward dan laporan hasil kliring kredit dari SSK.<br />
10. PKL akan mendistribusikan DKE inward dalam bentuk media rekam data<br />
elektronis (disket, flashdisk atau CD) dan laporan hasil kliring kredit kepada<br />
peserta yang menggunakan jenis TPK offline.<br />
11. Setelah SSK selesai melakukan proses perhitungan kliring kredit secara nasional,<br />
peserta dengan menggunakan TPK online dapat men-donwload DKE inward dan<br />
laporan hasil kliring kredit dari SSK.<br />
Dalam penyelenggaraan SKNBI, Bank Indonesia mengenakan biaya proses kepada<br />
peserta yang besarnya adalah sebagai berikut :<br />
1. Kliring Debet<br />
a. Biaya proses kliring debet untuk wilayah kliring yang pemilahan warkat<br />
debetnya dilakukan secara otomasi sebesar Rp1.500,00 (seribu lima ratus<br />
rupiah) per transaksi dengan rincian Rp1.000,00 (seribu rupiah) untuk proses<br />
DKE debet dan Rp500,00 (lima ratus rupiah) untuk proses warkat debet.<br />
BIAYA KLIRING<br />
Biaya proses kliring debet untuk wilayah kliring yang pemilahan warkat debetnya<br />
dilakukan secara manual sebesar Rp1.000,00 per transaksi yang merupakan biaya<br />
proses DKE Debet.<br />
2. Kliring Kredit<br />
Biaya proses kliring kredit sebesar Rp1.000,00 (seribu rupiah) per transaksi.</p>
</div>
<div>sumber dari : <cite>pdfcast.net/pdf/<strong>sistem</strong>-<strong>kliring</strong>-nasional-bank-<strong>indonesia</strong></cite> -</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/boele21.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/boele21.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/boele21.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/boele21.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/boele21.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/boele21.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/boele21.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/boele21.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/boele21.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/boele21.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/boele21.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/boele21.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/boele21.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/boele21.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=94&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boele21.wordpress.com/2011/05/13/sistem-kliring-nasional-bank-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5aecb0332831a80dc60e2d6f9337cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">boele21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Laporan Komitmen dan Kontigensi</title>
		<link>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/laporan-komitmen-dan-kontigensi/</link>
		<comments>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/laporan-komitmen-dan-kontigensi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 08:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boele21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boele21.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[LAPORAN KONTINGENSI Pengertian dan Klasifikasi Komitmen Komitmen adalah suatu perikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara satu pihak. Dan harus dilaksanakan apabila suatu persyaratan yang disepakati bersama terpenuhi. Jenis Komitmen ada 2 : 1. Komitmen Kewajiban, yaitu komitmen yang diberikan oleh suatu bank kepada nasabah atau pihak lain. 2. Komitmen tagihan, yaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=89&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>LAPORAN KONTINGENSI</h3>
<p>Pengertian dan Klasifikasi Komitmen</p>
<p>Komitmen   adalah suatu perikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat   dibatalkan secara satu pihak. Dan harus dilaksanakan apabila suatu  persyaratan  yang disepakati bersama terpenuhi.</p>
<p>Jenis Komitmen ada 2 :</p>
<p>1. Komitmen Kewajiban, yaitu komitmen yang diberikan oleh suatu bank kepada nasabah atau<br />
pihak lain.<br />
2. Komitmen tagihan, yaitu komitmen yang akan diterima oleh suatu bank dari pihak lainnya.</p>
<p>Pengertian Kontijensi</p>
<p>Kontinjensi   atau lebih dikenal dengan peristiwa atau transaksi yang mengandung   syarat merupakan transaksi yang paling banyak ditemukan dalam kegiatan   bank sehari-hari . kontijensi yang dimiliki oleh suatu bank dapat   berakibat tagihan atau kewajiban bagi bang yang bersangkutan.<br />
Kontinjensi   adalah suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian mengenai   kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan. Yang  baru  akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau  lebih  peristiwa di masa yang akan datang.</p>
<p>Contoh Laporan Keuangan Kontingensi sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://boele21.files.wordpress.com/2011/04/laporan-keuangan-komitmen-1.png"><img src="http://boele21.files.wordpress.com/2011/04/laporan-keuangan-komitmen-1.png?w=282" border="0" alt="" /></a></p>
<p>A. Tagihan Kontingensi</p>
<p>1. Garansi dari bank lain<br />
1.1 Bank Garansi<br />
1.2 Jaminan Risk Sharing<br />
1.3 Jaminan Lainnya<br />
2.  Pembelian Opsi Valuta Asing<br />
3.  Pendapatan bunga dalam penyelesaian<br />
Jumlah Tagihan Kontinjen</p>
<p>B. Kewajiban Kontingensi</p>
<p>1. Garansi yang diberikan<br />
1.1   Penerbitan Jaminan<br />
1.1.1   Bank Garansi<br />
1.1.2   Risk Sharing<br />
1.1.3   Standby L/C<br />
1.1.4   Bid Bonds<br />
1.1.5   Lainnya<br />
1.2    Akseptasi  atau endosmen surat berharga<br />
1.3    Lainnya<br />
2.   L/C  yang revocable dan masih berjalan dalam rangka impor ekspor<br />
3.  Penjualan Opsi Valuta Asing</p>
<p>sumber :</p>
<p>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/laporan-keuangan-bank/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/boele21.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/boele21.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/boele21.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/boele21.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/boele21.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/boele21.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/boele21.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/boele21.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/boele21.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/boele21.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/boele21.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/boele21.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/boele21.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/boele21.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=89&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/laporan-komitmen-dan-kontigensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5aecb0332831a80dc60e2d6f9337cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">boele21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://boele21.files.wordpress.com/2011/04/laporan-keuangan-komitmen-1.png?w=282" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Laporan Kualitas Aktiva Produktif</title>
		<link>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/laporan-kualitas-aktiva-produktif/</link>
		<comments>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/laporan-kualitas-aktiva-produktif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 07:28:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boele21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boele21.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Aktiva Produktif Untuk lebih memahami konsep aktiva produkrif, maka pada bagian ini terlebih dahulu akan dikupas tentang aktiva dan prinsip-prinsipnya. Hal ini untuk memudahkan dalam memahami aktiva produktif dalam pembahasan selanjutnya. Aktiva diartikan sebagai jasa yang akan datang dalam bentuk uang atau jasa mendatang yang dapat ditukarkan menjadi uang (kecuali jasa-jasa yang timbul dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=84&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong>Pengertian Aktiva Produktif</strong></div>
<p>Untuk lebih memahami konsep aktiva produkrif, maka pada bagian ini   terlebih dahulu akan dikupas tentang aktiva dan prinsip-prinsipnya. Hal   ini untuk memudahkan dalam memahami aktiva produktif dalam pembahasan   selanjutnya. Aktiva diartikan sebagai jasa yang akan datang dalam  bentuk  uang atau jasa mendatang yang dapat ditukarkan menjadi uang  (kecuali  jasa-jasa yang timbul dari kontrak yang belum dijalankan kedua  belah  pihak secara sebanding) yang didalamnya terkandung kepentingan  yang  bermanfaat yang dijamin menurut hukum atau keadilan bagi orang  atau  sekelompok orang tertentu. Aktiva juga diartikan sebagai manfaat  ekonomi  yang sangat mungkin diperoleh atau dikendalikan untuk entitas  tertentu  pada masa yang akan datang sebagai hasil transaksi.</p>
<div><strong>Aktiva Produktif Pada Bank Syariah</strong></div>
<p>Pembiayaan yaitu penyediaan dana dan atau tagihan berdasarkan akad   mudaharabah dan atau pembiayaan lainnya berdasarkan prinsip bagi hasil.  Piutang yaitu tagihan yang timbul dari transaksi jual beli dan atau   sewa berdasarkan akad murabahan, salam, istishna dan atau ijarah. Qardh  yaitu penyediaan dana ataru tagiahan antara bank syariah dengan  pihak  peminjam yang mewajibkan pihak peminjam melakukan pembayaran  sekaligus  atau cicilan dalam jangka waktu tertentu.<br />
Surat berharga syariah yaitu surat bukti berinvestasi berdasarkan   prinsip syariah yang lazim diperdagangkan dipasar uang dan atau pasar   modal antara lain wesel, obligasi syariah, sertifikasi reksadana syariah   dan surat berharga lainnya berdasarkan prinsip syariah. Penempatan  yaitu penanaman dana bank syariah pada bank syariah  lainnya dan atau  bank perkreditan rakyat berdasarkan prinsisp syariah  antara lain dalam  bentuk giro dan atau tabungan wadiah, deposito  berjangka dan atau  tabungan muharabah, pembiayaan yang diberikan,  sertifikat investasi  mudharabah antar bank (IMA) dan atau bentuk-bentuk  penempatan lainnya  berdasarkan prinsip syariah.</p>
<p>Penyertaan modal yaitu penanaman dana bank syariah dalam  bentuk saham  pada perusahaan yang bergerak dibidang keuangan syariah  termasuk  peneneman dalam bentuk surat utang konversi (convertible  bonds) dengan  opsi saham (equity options) atau jensi transakasi  tertentu berdasarkan  prinsisp syariah yang berakibat bank syariah  memiliki atau akan memiliki  saham pada perusahaan yang bergerak  dibidang keuangan syariah.<br />
Penyertaan modal sementara yaitu penyertaan modal bank  syariah dalam  perusahaan nasabah untuk mengatasi kegagalan pembiayaan  dan atau piutang  (debt to equity swap) sebagaimana dimaksud dalam  ketentuan Bank  Indonesia yang berlaku termasuk dalam bentuk surat utang  konversi  (convertible bonds) dengan opsi saham (equity options) atau  jenis  transaksi tertentu yang berakibat bank syariah memiliki atau akan   memiliki saham pada perusahaan nasabah.<br />
Kualitas semua bentuk penanaman dana (aktiva produktif)  diatas  menjadi standar pengukuran kinerja bank syariah. Untuk menjaga  kinerja  yang baik dan pengembangan usaha yang senantiahsa sesuai dengan  prinsip  kehati-hatian dan prinsip syariah maka kualitas aktiva  produktif perlu  dijaga. Salah satu cara menjaga kualitas aktiva  produktif adalah dengan  menerapkan kebijakan alokasi dana baik menurut  sector ekonomi, sektro  industri maupun wilayah pemasaran. Misalnya  sekian persen untuk  pembiayaan sector industri manufaktur, sekian  persen untuk perdagangan  dan sekian untuk penyertaan.<br />
Demikian juga dengan rasio antara pembiayaan dan sumber-sumber daya   dengan memperhatikan penyebaran sumber daya dan penyebaran resiko   sehingga aktiva produktif perusahaan benar-benar dapat menjadi   kontribusi pendapatan bagi bank tersebut<br />
Aktiva diartikan sebagai jasa yang akan datang dalam bentuk  uang atau  jasa mendatang yang dapat ditukarkan menjadi uang (kecuali  jasa-jasa  yang timbul dari kontrak yang belum dijalankan kedua belah  pihak secara  sebanding) yang didalamnya terkandung kepentingan yang  bermanfaat yang  dijamin menurut hokum atau keadilan bagi orang atau  sekelompok orang  tertentu. Aktiva juga diartikan sebagai manfaat  ekonomi yang sangat  mungkin diperoleh atau dikendalikan oleh entitas  tertentu pada masa  mendatang sebagai hasil transaksi atau kejadian masa  lalu (Marianus  Sinaga, 1997). Pembiayaan yaitu penyediaan dana dan  atau tagihan berdasarkan akad <em>mudaharabah </em>dan atau pembiayaan lainnya berdasarkan prinsip bagi hasil.</p>
<p>Sumber: http://bugslahh.blogspot.com/2011/03/definisielemen-dan-contoh-laporan_10.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/boele21.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/boele21.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/boele21.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/boele21.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/boele21.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/boele21.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/boele21.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/boele21.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/boele21.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/boele21.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/boele21.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/boele21.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/boele21.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/boele21.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=84&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/laporan-kualitas-aktiva-produktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5aecb0332831a80dc60e2d6f9337cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">boele21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Laporan Rugi/Laba Bank</title>
		<link>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/laporan-rugilaba-bank/</link>
		<comments>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/laporan-rugilaba-bank/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 07:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boele21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boele21.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Laporan Rugi Laba adalah sebagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan dengan pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih. Unsur-unsur pada laporan-laporan laba rugi biasanya sebagai berikut: Pendapatan dari penjualan Dikurangi Beban pokok penjualan Laba/rugi kotor Dikurangi Beban usaha Laba/rugi usaha Ditambah atau dikurangi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=82&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Laporan Rugi Laba adalah sebagian dari laporan keuangan suatu  perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan dengan pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu  laba (atau rugi) bersih.<br />
Unsur-unsur pada laporan-laporan laba rugi biasanya sebagai berikut:<br />
Pendapatan dari penjualan<br />
Dikurangi Beban pokok penjualan<br />
Laba/rugi kotor<br />
Dikurangi Beban usaha<br />
Laba/rugi usaha<br />
Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain<br />
Laba/rugi sebelum pajak<br />
Dikurangi Beban pajak<br />
Laba/rugi bersih</p>
<p>Contoh Laporan</p>
<p>- LAPORAN LABA RUGI -±<br />
per 31 Desember</p>
<p>Pendapatan dari penjualan              Rp.                99.980.000<br />
Harga Pokok Penjualan                  Rp.                25.000.000<br />
———- (-)<br />
Laba Kotor                                                74.990.000</p>
<p>Biaya Operasional:<br />
- Biaya Pemasaran                      Rp.  5.000.000<br />
- Biaya Administrasi &amp; Umum            Rp.  1.250.000<br />
——— (+)<br />
6.250.000<br />
———- (-)<br />
Laba Usaha                             Rp.                68.740.000<br />
Pendapatan Lain-lain                   Rp.                   125.000<br />
———- (+)<br />
Laba sebelum Bunga dan Pajak           Rp.                68.865.000<br />
Bunga                                  Rp.                   199.000<br />
———- (+)<br />
Laba sebelum Pajak                     Rp.                69.064.000<br />
Pajak                                  Rp.                 1.275.000<br />
———- (-)<br />
Laba Bersih                            Rp.                67.789.000<br />
==========<br />
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_laba/rugi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/boele21.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/boele21.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/boele21.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/boele21.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/boele21.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/boele21.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/boele21.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/boele21.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/boele21.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/boele21.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/boele21.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/boele21.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/boele21.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/boele21.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=82&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/laporan-rugilaba-bank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5aecb0332831a80dc60e2d6f9337cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">boele21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NERACA BANK INDONESIA</title>
		<link>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/neraca-bank-indonesia/</link>
		<comments>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/neraca-bank-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 07:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boele21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boele21.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[NERACA PEMBAYARAN INDONESIA Buku “Neraca Pembayaran Indonesia dan Posisi Investasi Internasional Indonesia: Konsep, Sumber Data , dan Metode” ini berisi penjelasan tentang kerangka konseptual statistik Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan Posisi Investasi Internasional Indonesia (PIII) serta sumber data dan metode yang digunakan dalam penyusunannya. Buku ini juga menjelaskan keterkaitan kedua statistik tersebut dengan statistik ekonomi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=80&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NERACA PEMBAYARAN INDONESIA</strong></p>
<p>Buku “Neraca Pembayaran Indonesia dan Posisi  Investasi Internasional Indonesia: Konsep, Sumber Data , dan Metode” ini  berisi penjelasan tentang kerangka konseptual statistik Neraca  Pembayaran Indonesia (NPI) dan Posisi Investasi Internasional Indonesia  (PIII) serta sumber data dan metode yang digunakan dalam penyusunannya.  Buku ini juga menjelaskan keterkaitan kedua statistik tersebut dengan  statistik ekonomi lainnya serta di mana publik dapat mengakses kedua  statistik tersebut.</p>
<p>Saat ini Bank Indonesia menyusun statistik NPI dan PIII dengan mengacu kepada <em>Balance of Payments Manual</em> 5 (BPM5) yang dikeluarkan oleh International Monetary Fund (IMF) tahun  1993. Penjelasan yang ada dalam publikasi ini konsisten dengan manual  tersebut. Sejalan dengan berbagai perkembangan yang terjadi di  lingkungan global, dalam waktu yang tidak terlalu lama IMF akan  mengeluarkan hasil revisi terhadap BPM5. Pada waktunya nanti Bank  Indonesia akan secara bertahap menyesuaikan praktek penyusunan statistik  NPI &amp; PIII dengan manual terbaru tersebut sekaligus merevisi  publikasi ini.</p>
<p>Kami berharap publikasi ini dapat bermanfaat  sebagai panduan bagi berbagai pihak dalam membaca dan memahami  perkembangan statistik NPI &amp; PIII. Sekalipun demikian, kami  menyadari bahwa publikasi ini masih jauh dari sempurna . Karena itu,  kami megharapkan masukan dari semua pihak agar kami dapat menyempurnakan  publikasi ini di waktu yang akan datang. Masukan dapat ditujukan pada  Biro Neraca Pembayaran, Direktorat Statistik Ekonomi dan Moneter, Bank  Indonesia melalui email <a href="mailto:BNP@bi.go.id">BNP@bi.go.id</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/boele21.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/boele21.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/boele21.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/boele21.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/boele21.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/boele21.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/boele21.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/boele21.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/boele21.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/boele21.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/boele21.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/boele21.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/boele21.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/boele21.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=80&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/neraca-bank-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5aecb0332831a80dc60e2d6f9337cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">boele21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba PT BANK EKONOMI RAHARJA, Tbk</title>
		<link>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/laporan-laba-rugi-dan-saldo-laba-pt-bank-ekonomi-raharja-tbk/</link>
		<comments>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/laporan-laba-rugi-dan-saldo-laba-pt-bank-ekonomi-raharja-tbk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 06:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boele21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boele21.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Laporan Keuangan Publikasi Bulanan Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba PT BANK EKONOMI RAHARJA, Tbk GED. GRAHA EKONOMI JL. SETIABUDI SELATAN KAV.7-8 Telp. (021) 25445800 dahulu PT BANK EKONOMI RAHARJA, sampai dengan 3 Maret 2008per  Januari 2011 &#160; (Dalam Jutaan Rupiah) Pos-pos Bank 01-2011 PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL A. Pendapatan dan Beban Bunga 1. Pendapatan Bunga a. Rupiah b. Valuta Asing 2. Beban Bunga a. Rupiah b. Valuta Asing Pendapatan (Beban) Bunga bersih B. Pendapatan dan Beban Operasional selain Bunga 1. Pendapatan Operasional Selain Bunga a. Peningkatan nilai wajar aset keuangan (mark to market) i.   Surat berharga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=75&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="1" width="100%" bgcolor="#cccccc">
<tbody>
<tr>
<td colspan="7" align="center" bgcolor="#ffffff">Laporan Keuangan Publikasi Bulanan<br />
Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba<br />
PT BANK EKONOMI RAHARJA, Tbk<br />
GED. GRAHA EKONOMI JL. SETIABUDI SELATAN KAV.7-8<br />
Telp. (021) 25445800<br />
dahulu PT BANK EKONOMI RAHARJA, sampai dengan 3 Maret 2008per  Januari 2011<br />
<img src="http://www.bi.go.id/biweb/resources/images/unaudited.gif" alt="" width="237" height="26" />&nbsp;</p>
<p>(Dalam Jutaan Rupiah)</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" align="center" bgcolor="#efefef"><strong>Pos-pos</strong></td>
<td><strong>Bank</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="100" align="center" bgcolor="#efefef"><strong>01-2011</strong></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">A. Pendapatan dan Beban Bunga</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">1. Pendapatan Bunga</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">a. Rupiah</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">b. Valuta Asing</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">2. Beban Bunga</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">a. Rupiah</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">b. Valuta Asing</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">Pendapatan (Beban) Bunga bersih</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">B. Pendapatan dan Beban Operasional selain Bunga</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">1. Pendapatan Operasional Selain Bunga</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">a. Peningkatan nilai wajar aset keuangan (mark to market)</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">i.   Surat berharga</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">ii.  Kredit</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">iii. Spot dan derivatif</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">iv. Aset keuangan lainnya</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">b. Penurunan nilai wajar kewajiban keuangan  (mark to market)</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">c. Keuntungan penjualan aset keuangan</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">i.   Surat berharga</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">ii.  Kredit</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">iii. Aset keuangan lainnya</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">d. Keuntungan transaksi spot dan derivatif (realised)</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">e. Dividen, keuntungan dari penyertaan dengan equity method,</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">komisi/provisi/fee dan administrasi</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">f. Koreksi atas cadangan kerugian penurunan nilai, penyisihan</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">penghapusan aset non produktif, dan penyisihan penghapusan</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">transaksi rekening administratif.</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">g. Pendapatan lainnya</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">2. Beban Operasional Selain Bunga</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">a. Penurunan nilai wajar aset keuangan (mark to market)</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">i. Surat berharga</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">ii. Kredit</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">iii. Spot dan derivatif</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">iv. Aset keuangan lainnya</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">b. Peningkatan nilai wajar kewajiban keuangan  (mark to market)</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">c. Kerugian penjualan aset keuangan</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">i.  Surat berharga</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">ii.  Kredit</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">iii. Aset keuangan lainnya</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">d. Kerugian transaksi spot dan derivatif (realised)</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">e. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment)</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">i.   Surat berharga</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">ii.  Kredit</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">iii. Pembiayaan syariah</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">iv. Aset keuangan lainnya</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">f. Penyisihan penghapusan transaksi rekening administratif</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">g. Penyisihan kerugian risiko operasional</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">h. Kerugian terkait risiko operasional</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">i. Kerugian dari penyertaan dengan equity method,</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">komisi/provisi/fee dan administrasi</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">j. Kerugian penurunan nilai aset lainnya (non keuangan)</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">k. Penyisihan penghapusan aset non produktif</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">l. Beban tenaga kerja</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">m. Beban promosi</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">n. Beban lainnya</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">Pendapatan (Beban) Operasional Selain Bunga Bersih</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">LABA (RUGI) OPERASIONAL</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">1. Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">2. Keuntungan (kerugian) penjabaran transaksi valuta asing</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">3. Pendapatan (beban) non operasional lainnya</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">LABA (RUGI) NON OPERASIONAL</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">1. Transfer laba (rugi) ke kantor Pusat</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">2. Pajak Penghasilan</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">a. Taksiran pajak tahun berjalan</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">b. Pendapatan (beban) pajak tangguhan</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffff">LABA (RUGI) BERSIH</td>
<td width="100" align="right" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td><strong>Sumber data : </strong></td>
<td colspan="3">Berdasarkan Laporan Bulanan Bank Umum (LBU) yang disampaikan Bank kepada Bank Indonesia</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td><strong>Keterangan : </strong></td>
<td>1.</td>
<td colspan="2">Format Laporan ini sesuai dengan format dalam Surat Edaran Bank  Indonesia No.12/11/DPNP tanggal 31 Maret 2010 Tentang Perubahan Kedua  atas SE BI No.3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 perihal Laporan  Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan Bank Umum serta Laporan  Tertentu yang Disampaikan kepada Bank Indonesia.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td></td>
<td>2.</td>
<td colspan="2">Bank  Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap kebenaran isi laporan.  Kebenaran isi laporan tersebut sepenuhnya merupakan tanggungjawab bank.</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td></td>
<td>3.</td>
<td colspan="2">Apabila  ada pertanyaan mengenai isi laporan dapat menghubungi alamat/nomor  telepon Bank yang bersangkutan sebagaimana tercantum di atas.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/boele21.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/boele21.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/boele21.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/boele21.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/boele21.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/boele21.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/boele21.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/boele21.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/boele21.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/boele21.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/boele21.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/boele21.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/boele21.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/boele21.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=75&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boele21.wordpress.com/2011/04/02/laporan-laba-rugi-dan-saldo-laba-pt-bank-ekonomi-raharja-tbk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5aecb0332831a80dc60e2d6f9337cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">boele21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bi.go.id/biweb/resources/images/unaudited.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Deregulasi Perbankan Indonesia</title>
		<link>http://boele21.wordpress.com/2011/03/22/deregulasi-perbankan-indonesia/</link>
		<comments>http://boele21.wordpress.com/2011/03/22/deregulasi-perbankan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 09:06:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boele21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boele21.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[DEREGULASI perbankan sudah digulirkan sejak 14 tahun lalu. Kesan bongkar pasang itu tak terhindarkan. Bahkan, dari dampak yang kini terasa yaitu goyahnya sejumlah bank swasta, sangat terasa bahwa aturan-aturan perbankan Indonesia memang tak didasari pengalaman negara-negara lain yang sudah lebih lama mengatur soal-soal bank. Deregulasi perbankan yang dikeluarkan pada 1 Juni 1983 mencatat beberapa hal. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=71&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:arial;"><strong>DEREGULASI</strong> perbankan sudah digulirkan sejak 14 tahun lalu. Kesan bongkar pasang itu tak terhindarkan. Bahkan, dari dampak yang kini terasa yaitu goyahnya sejumlah bank swasta, sangat terasa bahwa aturan-aturan perbankan Indonesia memang tak didasari pengalaman negara-negara lain yang sudah lebih lama mengatur soal-soal bank. </span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Deregulasi perbankan yang dikeluarkan pada<strong> 1 Juni 1983</strong> mencatat beberapa hal. Di antaranya: memberikan keleluasaan kepada bank-bank untuk menentukan suku bunga deposito. Kemudian dihapusnya campur tangan Bank Indonesia terhadap penyaluran kredit. Deregulasi ini juga yang pertama memperkenalkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SPBU). Aturan ini dimaksudkan untuk merangsang minat berusaha di bidang perbankan Indonesia di masa mendatang. </span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Lima tahun kemudian ada<strong> Paket Kebijakan 27 Oktober 1988</strong> (Pakto 88) yang terkenal itu. Pakto 88 boleh dibilang adalah aturan paling liberal sepanjang sejarah Republik Indonesia di bidang perbankan. Contohnya, hanya dengan modal Rp 10 milyar maka seorang pengusaha bisa membuka bank baru. Dan kepada bank-bank asing lama dan yang baru masuk pun diijinkan membuka cabangnya di enam kota. Bahkan bentuk patungan antar bank asing dengan bank swasta nasional diijinkan. Dengan demikian, secara terang-terangan monopoli dana BUMN oleh bank-bank milik negara dihapuskan. </span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Bahkan, beberapa bank kemudian menjadi bank devisa karena persyaratan untuk mendapat predikat itu dilonggarkan. Dengan berbagai kemudahan Pakto 88, meledaklah jumlah bank di Indonesia. </span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Banyaknya jumlah bank membuat kompetisi pencarian tenaga kerja, mobilisasi dana deposito dan tabungan jugase makin sengit. Ujung-ujungnya, karena bank terus dipacu untuk mencari untung, sisi keamanan penyaluran dana terabaikan, dan akhirnya kredit macet menggunung. Kondisi ini kemudian memunculkan <strong>Paket Februari 1991</strong>(Paktri) yang mendorong dimulainya proses globalisasi perbankan. </span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Salah satu tugasnya adalah berupaya mengatur pembatasan dan pemberatan persyaratan perbankan dengan mengharuskan dipenuhinya persyaratan permodalan minimal 8 persen dari kekayaan. Yang diharapkan dalam paket itu adalah akan adanya peningkatan kualitas perbankan Indonesia. Dengan mewajibkan bank-bank memenuhi aturan penilaian kesehatan bank yang mempergunakan formula kriteria tertentu, tampaknya paket itu tidak bisa menghindari kesan sebagai produk aturan yang diwarnai trauma atas terjadinya kasus kolapsnya Bank Perbankan Asia, Bank Duta, dan Bank Umum Majapahit. </span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Setelah itu, lahir<strong> UU Perbankan baru bernomor 7 tahun 1992</strong> yang disahkan oleh Presiden Soeharto pada 25 Maret 1992. Undang Undang itu merupakan penyempurnaan UU Nomor 14 tahun 1967. Intinya, UU itu menggarisbawahi soal peniadaan pemisahan perbankan berdasarkan kepemilikan. Kalau UU yang lama secara tegas menjelaskan soal pemilikan bank/pemerintah, pemerintah daerah, swasta nasional, dan asing. Mengenai perizinan, pada UU lama persyaratan mendirikan bank baru ditekankan pada permodalan dan pemilikan. Pada UU yang baru, persyaratannya meliputi berbagai unsur seperti susunan organisasi, permodalan, kepemilikan, keahlian di bidang perbankan, kelayakan kerja, dan hal-hal lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan pertimbangan Bank Indonesia. </span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Untuk mengurangi sebagian kendala yang dihadapi perbankan dalam melakukan ekspansi kredit dan koreksi terhadap Paktri yang begitu mengekang bank, pemerintah mengeluarkan<strong> Paket 29 Mei 1993</strong> (Pakmei). Dengan Pakmei itu, pemerintah berharap mengucurkan kredit, sehingga dunia usaha tidak lesu lagi dan industri otomotif bisa bergairah kembali. Disebutkan dalam Pakmei ini pencapaian CAR (<em>capital adiquacy ratio</em>)&#8211; atau perimbangan antara modal sendiri dan aset &#8212; sesuai dengan ketentuan adalah 8 persen. Kemudian penyempurnaan lain pada paket itu adalah ketentuan<em> loan to deposit ratio</em> (LDR). </span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Aturan yang terakhir diluncurkan adalah<strong> Peraturan Pemerintah (PP) No. 68 tahun 1996</strong> yang ditanda tangani Presiden RI pada 3 Desember 1996. Belajar dari pengalaman Bank Summa, PP ini sangat menguntungkan para nasabah karena nasabah bank akan tahu persis rapor banknya. Dengan begitu, mereka bisa ancang-ancang jika suatu saat banknya sedang goyah atau bahkan nyaris pail</span></p>
<p>sumber:http://www.tempo.co.id/ang/min/01/52/utama3.htm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/boele21.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/boele21.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/boele21.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/boele21.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/boele21.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/boele21.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/boele21.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/boele21.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/boele21.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/boele21.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/boele21.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/boele21.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/boele21.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/boele21.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=71&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boele21.wordpress.com/2011/03/22/deregulasi-perbankan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5aecb0332831a80dc60e2d6f9337cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">boele21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perananan Bank Indonesia dalam Perbankan</title>
		<link>http://boele21.wordpress.com/2011/03/22/perananan-bank-indonesia-dalam-perbankan/</link>
		<comments>http://boele21.wordpress.com/2011/03/22/perananan-bank-indonesia-dalam-perbankan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 09:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boele21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boele21.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama Bank Indonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan (perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem keuangan, tidak akan banyak artinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Stabilitas moneter dan stabilitas keuangan ibarat dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=68&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama Bank Indonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan (perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem keuangan, tidak akan banyak artinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Stabilitas moneter dan stabilitas keuangan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kebijakan moneter memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas keuangan begitu pula sebaliknya, stabilitas keuangan merupakan pilar yang mendasari efektivitas kebijakan moneter. Sistem keuangan merupakan salah satu alur transmisi kebijakan moneter, sehingga bila terjadi ketidakstabilan sistem keuangan maka transmisi kebijakan moneter tidak dapat berjalan secara normal. Sebaliknya, ketidakstabilan moneter secara fundamental akan mempengaruhi stabilitas sistem keuangan akibat tidak efektifnya fungsi sistem keuangan. Inilah yang menjadi latar belakang mengapa stabilitas sistem keuangan juga masih merupakan  tugas dan tanggung jawab Bank Indonesia.</p>
<p>Pertanyaannya, bagaimana peranan Bank Indonesia dalam memelihara stabilitas sistem keuangan? Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki lima peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kelima peran utama yang mencakup kebijakan dan instrumen dalam menjaga stabilitas sistem keuangan itu adalah:</p>
<p><em>Pertama</em>, Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank Indonesia dituntut untuk mampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat dan berimbang. Hal ini mengingat gangguan stabilitas moneter memiliki dampak langsung terhadap berbagai aspek ekonomi.  Kebijakan moneter melalui penerapan suku bunga yang terlalu ketat, akan cenderung bersifat mematikan kegiatan ekonomi. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, untuk menciptakan stabilitas moneter, Bank Indonesia telah menerapkan suatu kebijakan yang disebut <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Kerangka+Kebijakan+Moneter/"><em>inflation</em> <em>targeting framework</em></a>.</p>
<p><em>Kedua</em>, Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga perbankan seperti itu dilakukan melalui <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Peraturan/Perbankan/">mekanisme pengawasan dan regulasi</a>. Seperti halnya di negara-negara lain, sektor perbankan memiliki pangsa yang dominan dalam sistem keuangan. Oleh sebab itu, kegagalan di sektor ini dapat menimbulkan ketidakstabilan keuangan dan mengganggu perekonomian. Untuk mencegah terjadinya kegagalan tersebut, sistem pengawasan dan kebijakan perbankan yang efektif haruslah ditegakkan. Selain itu, disiplin pasar melalui kewenangan dalam pengawasan dan pembuat kebijakan serta penegakan hukum (<em>law enforcement</em>) harus dijalankan. Bukti yang ada menunjukkan bahwa negara-negara yang menerapkan disiplin pasar, memiliki stabilitas sistem keuangan yang kokoh. Sementara itu, upaya penegakan hukum (<em>law enforcement</em>) dimaksudkan untuk melindungi perbankan dan stakeholder serta sekaligus mendorong kepercayaan terhadap sistem keuangan. Untuk menciptakan stabilitas di sektor perbankan secara berkelanjutan, Bank Indonesia telah menyusun <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Arsitektur+Perbankan+Indonesia/Struktur+Perbankan/">Arsitektur Perbankan Indonesia</a> dan rencana <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Implementasi+Basel+II/">implementasi Basel II</a>.</p>
<p><em>Ketiga</em>, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Sistem+Pembayaran/">sistem pembayaran</a>. Bila terjadi gagal bayar (<em>failure to settle</em>) pada salah satu peserta dalam sistem sistem pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang cukup serius dan mengganggu kelancaran sistem pembayaran. Kegagalan tersebut dapat menimbulkan risiko yang bersifat menular (<em>contagion risk</em>) sehingga menimbulkan gangguan yang bersifat sistemik. Bank Indonesia mengembangkan mekanisme dan pengaturan untuk mengurangi risiko dalam sistem pembayaran yang cenderung semakin meningkat. Antara lain dengan menerapkan sistem pembayaran yang  bersifat <em>real time</em> atau dikenal dengan nama sistem RTGS (<em>Real Time Gross Settlement</em>) yang dapat lebih meningkatkan keamanan dan kecepatan sistem pembayaran. Sebagai otoritas dalam sistem pembayaran, Bank Indonesia memiliki informasi dan keahlian untuk mengidentifikasi risiko potensial dalam sistem pembayaran.</p>
<p><em>Keempat</em>, melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Melalui pemantauan secara <em>macroprudential</em>, Bank Indonesia dapat memonitor kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (<em>potential shock</em>) yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan. Melalui riset, Bank Indonesia dapat mengembangkan instrumen dan indikator <em>macroprudential</em> untuk mendeteksi kerentanan sektor keuangan. Hasil riset dan pemantauan tersebut, selanjutnya akan menjadi rekomendasi bagi otoritas terkait dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meredam gangguan dalam sektor keuangan.</p>
<p><em>Kelima</em>, Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Stabilitas+Sistem+Keuangan/Manajemen+Krisis/Jaring+Pengaman+Sistem+Keuangan/">jaring pengaman sistim keuangan </a> melalui fungsi bank sentral sebagai <em>lender of the last resort</em> (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR mencakup penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini hanya diberikan kepada bank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu terjadinya krisis yang bersifat sistemik. Pada kondisi normal, fungsi LoLR dapat diterapkan pada bank yang mengalami kesulitan likuiditas temporer namun masih memiliki kemampuan untuk membayar kembali. Dalam menjalankan fungsinya sebagai LoLR,  Bank Indonesia harus menghindari terjadinya moral hazard. Oleh karena itu, pertimbangan risiko sistemik dan persyaratan yang ketat harus diterapkan dalam penyediaan likuiditas tersebut.</p>
<p>http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Stabilitas+Sistem+Keuangan/Peran+Bank+Indonesia/Peran+BI/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/boele21.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/boele21.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/boele21.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/boele21.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/boele21.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/boele21.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/boele21.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/boele21.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/boele21.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/boele21.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/boele21.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/boele21.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/boele21.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/boele21.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=68&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boele21.wordpress.com/2011/03/22/perananan-bank-indonesia-dalam-perbankan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5aecb0332831a80dc60e2d6f9337cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">boele21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fungsi dan Peranan Bank Secara Umum</title>
		<link>http://boele21.wordpress.com/2011/03/22/fungsi-dan-peranan-bank-secara-umum/</link>
		<comments>http://boele21.wordpress.com/2011/03/22/fungsi-dan-peranan-bank-secara-umum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 08:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boele21</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boele21.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Fungsi Bank 1. Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu: a. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian. b. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=65&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong>Fungsi Bank</strong></div>
<div>1. Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:</div>
<div>a. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.</div>
<div>b. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.</div>
<div>c. Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam) dan memenuhi persyaratan. Mungkin Anda pernah mendengar beberapa bank dilikuidasi atau dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya adalah karena banyak kredit yang bermasalah atau macet.</div>
<div>2. Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.</div>
<div>3. Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya.</div>
<div><em>Adapun secara spesifik bank bank dapat berfungsi sebagai agent of trust, agent of develovment dan agen of services.</em></div>
<div>1. Penyalur/pemberi Kredit Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti</div>
<div><strong>1. Agent Of Trust </strong></div>
<div>Yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan perbankkan adalah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila dilandasi kepercayaan. Dalam fungsi ini akan di bangun kepercayaan baik dari pihak penyimpan dana maupun dari pihak bank dan  kepercayaan ini akan terus berlanjut kepada pihak debitor. Kepercayaan ini penting dibangun karena dalam keadaan ini semua pihak ingin merasa diuntungkan untuk baik dari segi penyimpangan dana, penampung dana maupun penerima penyaluran dana tersebut.</div>
<div><strong>2. Agent Of Development </strong></div>
<div>Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat<em>.</em></div>
<div><strong>3. Agent Of Services </strong></div>
<div>Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpun dan penyalur dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakan. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum.</div>
<div><strong>Peran Bank</strong></div>
<div>Dalam menjalankan kegiatannya bank mempunyai peran penting dalam sistem keuangan, yaitu :</div>
<div><strong>1. Pengalihan Aset (asset transmutation) </strong></div>
<div>Yaitu pengalihan dana atau aset dari unit surplus ke unit devisit. Dimana sumber dana yang diberikan pada pihak peminjam berasal pemilik dana yaitu unit surplus yang jangka waktunya dapat diatur sesuai dengan keinginan pemilik dana. Dalam hal ini bank berperan sebagai pangalih aset yang likuid dari unit surplus (lender) kepada unit defisit (borrower).</div>
<div><strong>2. Transaksi (transaction) </strong></div>
<div>Bank memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi. Dalam ekonomi modern, trnsaksi barang dan jasa tidak pernah terlepas dari transaksi keuangan. Untuk itu produk-produk yang dikeluarkan oleh bank (giro, tabungan, depsito, saham dan sebagainya)merupakan pengganti uang dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran.</div>
<div><strong>3. Likuiditas (liquidity) </strong></div>
<div>Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito, dan sebagainya. Produk-produk tersebut masing-masing mempunyai tingkat likuiditas yang berbeda-beda. Untuk kepentingn likuiditas para pemilik dana dapat menempatkan dananya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dengan demikian bank memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas kepada pihak yang mengalami surplus likuiditas dan menyalurkannya kepada pihak yang mengalami kekurangan likuiditas.</div>
<div><strong>4. Efisiensi (efficiency) </strong></div>
<div>Peranan bank sebagai broker adalah menemukan peminjam dan pengguna modal tanpa mengubah produknya. Disini bank hanya memperlancar dan mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan. Adanya informasi yang tidak simetris (asymmetric information) antara peminjam dan investor menimbulkan masalah insentif. Peran bank menjadi penting untuk memecahkan masalah insentif tersebut. Untuk itu jelas peran bank dalam hal ini yaitu menjembatani dua pihak yang saling berkepentingan untuk menyamakan informasi yang tidak sempurna, sehingga terjadi efisiensi biaya ekonomi.</div>
<div><strong>PERAN BANK INDONESIA DALAM STABILITAS KEUANGAN</strong></div>
<div><em>Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama Bank Indonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan (perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem keuangan, tidak akan banyak artinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Stabilitas moneter dan stabilitas keuangan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kebijakan moneter memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas keuangan begitu pula sebaliknya, stabilitas keuangan merupakan pilar yang mendasari efektivitas kebijakan moneter. Sistem keuangan merupakan salah satu alur transmisi kebijakan moneter, sehingga bila terjadi ketidakstabilan sistem keuangan maka transmisi kebijakan moneter tidak dapat berjalan secara normal. Sebaliknya, ketidakstabilan moneter secara fundamental akan mempengaruhi stabilitas sistem keuangan akibat tidak efektifnya fungsi sistem keuangan. Inilah yang menjadi latar belakang mengapa stabilitas sistem keuangan juga masih merupakan  tugas dan tanggung jawab Bank Indonesia.</em></div>
<div><em>Pertanyaannya, bagaimana peranan Bank Indonesia dalam memelihara stabilitas sistem keuangan? Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki lima peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kelima peran utama yang mencakup kebijakan dan instrumen dalam menjaga stabilitas sistem keuangan itu adalah:</em><em> </em></div>
<div><em>Pertama, Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank Indonesia dituntut untuk mampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat dan berimbang. Hal ini mengingat gangguan stabilitas moneter memiliki dampak langsung terhadap berbagai aspek ekonomi.  Kebijakan moneter melalui penerapan suku bunga yang terlalu ketat, akan cenderung bersifat mematikan kegiatan ekonomi. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, untuk menciptakan stabilitas moneter, Bank Indonesia telah menerapkan suatu kebijakan yang disebut <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Kerangka+Kebijakan+Moneter/"><em>inflation targeting framework</em></a>.</em><em></em></div>
<div><em>Kedua, Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga perbankan seperti itu dilakukan melalui <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Peraturan/Perbankan/"><em>mekanisme pengawasan dan regulasi</em></a>. Seperti halnya di negara-negara lain, sektor perbankan memiliki pangsa yang dominan dalam sistem keuangan. Oleh sebab itu, kegagalan di sektor ini dapat menimbulkan ketidakstabilan keuangan dan mengganggu perekonomian. Untuk mencegah terjadinya kegagalan tersebut, sistem pengawasan dan kebijakan perbankan yang efektif haruslah ditegakkan. Selain itu, disiplin pasar melalui kewenangan dalam pengawasan dan pembuat kebijakan serta penegakan hukum (law enforcement) harus dijalankan. Bukti yang ada menunjukkan bahwa negara-negara yang menerapkan disiplin pasar, memiliki stabilitas sistem keuangan yang kokoh. Sementara itu, upaya penegakan hukum (law enforcement) dimaksudkan untuk melindungi perbankan dan stakeholder serta sekaligus mendorong kepercayaan terhadap sistem keuangan. Untuk menciptakan stabilitas di sektor perbankan secara berkelanjutan, Bank Indonesia telah menyusun <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Arsitektur+Perbankan+Indonesia/Struktur+Perbankan/"><em>Arsitektur Perbankan Indonesia</em></a> dan rencana <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Implementasi+Basel+II/"><em>implementasi Basel II</em></a>.</em></div>
<div><em>Ketiga, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Sistem+Pembayaran/"><em>sistem pembayaran</em></a>. Bila terjadi gagal bayar (failure to settle) pada salah satu peserta dalam sistem sistem pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang cukup serius dan mengganggu kelancaran sistem pembayaran. Kegagalan tersebut dapat menimbulkan risiko yang bersifat menular (contagion risk) sehingga menimbulkan gangguan yang bersifat sistemik. Bank Indonesia mengembangkan mekanisme dan pengaturan untuk mengurangi risiko dalam sistem pembayaran yang cenderung semakin meningkat. Antara lain dengan menerapkan sistem pembayaran yang  bersifat real time atau dikenal dengan nama sistem RTGS (Real Time Gross Settlement) yang dapat lebih meningkatkan keamanan dan kecepatan sistem pembayaran. Sebagai otoritas dalam sistem pembayaran, Bank Indonesia memiliki informasi dan keahlian untuk mengidentifikasi risiko potensial dalam sistem pembayaran.</em></div>
<div><em>Keempat, melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Melalui pemantauan secara macroprudential, Bank Indonesia dapat memonitor kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (potential shock) yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan. Melalui riset, Bank Indonesia dapat mengembangkan instrumen dan indikator macroprudential untuk mendeteksi kerentanan sektor keuangan. Hasil riset dan pemantauan tersebut, selanjutnya akan menjadi rekomendasi bagi otoritas terkait dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meredam gangguan dalam sektor keuangan.</em></div>
<p><em>Kelima, Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Stabilitas+Sistem+Keuangan/Manajemen+Krisis/Jaring+Pengaman+Sistem+Keuangan/">jaring pengaman sistim keuangan </a>melalui fungsi bank sentral sebagai lender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia</em><em> </em><em>sebagai bank sentral dalam mengelola krisis guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR mencakup penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini hanya diberikan kepada bank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu terjadinya krisis yang bersifat sistemik. Pada kondisi normal, fungsi LoLR dapat diterapkan pada bank yang mengalami kesulitan likuiditas temporer namun masih memiliki kemampuan untuk membayar kembali. Dalam menjalankan fungsinya sebagai LoLR,  Bank Indonesia harus menghindari terjadinya moral hazard. Oleh karena itu, pertimbangan risiko sistemik dan persyaratan yang ketat harus diterapkan dalam penyediaan likuiditas tersebut.</em></p>
<p>http://bintangdesi.blogspot.com/2011/03/perbankanfungsi-dan-peranan-bank-secara.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/boele21.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/boele21.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/boele21.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/boele21.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/boele21.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/boele21.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/boele21.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/boele21.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/boele21.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/boele21.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/boele21.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/boele21.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/boele21.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/boele21.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=boele21.wordpress.com&amp;blog=9716908&amp;post=65&amp;subd=boele21&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boele21.wordpress.com/2011/03/22/fungsi-dan-peranan-bank-secara-umum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5aecb0332831a80dc60e2d6f9337cea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">boele21</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
